Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

Minggu, 22 Januari 2012

Tujuan Ilahi Membutuhkan Iman

Bacaan Hari ini :
Ibrani 11:6 "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."
_________________________________________

Tujuan ilahi ditetapkan melalui iman.
Alkitab mengatakan, "Tanpa iman, adalah mustahil untuk menyenangkan Tuhan."
Dalam rangka untuk menyenangkan Tuhan, kita harus menetapkan tujuan yang membutuhkan iman.

Apa artinya ini?
Ini berarti kita harus menetapkan tujuan yang lebih besar dari yang dapat kita capai sendiri.

Sebagai contoh, saya ingin Anda untuk menetapkan tujuan dalam hal kesehatan untuk tahun ini.
Seperti yang sudah saya katakan, jika Anda tidak memiliki tujuan dalam kesehatan, maka tujuan Anda adalah untuk tetap sama atau bertambah buruk.
Untuk bergerak maju -- untuk menjadi lebih sehat -- Anda harus menetapkan tujuan dalam kesehatan Anda.

Katakanlah Anda perlu menurunkan berat badan.
Jika Anda mengatakan, "Tujuan saya adalah untuk turun 1 kg" -- yah ... Anda tahu Anda bisa lebih baik dari itu.
Tetapkan tujuan berdasarkan apa yang Tuhan beritahukan untuk Anda lakukan dan saya tidak meragukan bahwa tujuan itu yang akan mengharuskan Anda untuk tetap tergantung pada Yesus.

Anda belum benar-benar percaya Tuhan sampai Anda mencoba untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan kecuali kuasa-Nya bekerja dalam hidup Anda.
_________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 4-6; Matius 14:22-36
_________________________________________

Tujuan yang diberkati Tuhan adalah tujuan yang membuat Anda semakin bergantung pada kuasa Tuhan untuk mencapainya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
_________________________________________

ANUGERAH BERNAMA KESEMPATAN

Bacaan: Bilangan 26:1-65
Hitunglah jumlah segenap umat Israel, yang berumur dua puluh tahun ke atas menurut suku mereka, semua orang yang sanggup berperang di antara orang Israel (Bilangan 26:2)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kejadian 30-31
------------------------------------------------------------------
Hung Ba Le tidak pernah menyangka ada kesempatan baginya untuk membangun hidup baru di AS. Ketika berusia 5 tahun, kondisi negeri memaksa orang tuanya menghanyutkan Hung ke laut lepas, hingga akhirnya ia terdampar di Amerika. Si "Manusia Perahu", demikian Hung dikenal, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ia terima, 34 tahun kemudian ia kembali ke negerinya sebagai warga negara AS berdarah Vietnam pertama yang menjadi komandan kapal perang AS, USS Lassen.

Generasi muda Israel juga menerima anugerah yang bernama "kesempatan". Sensus yang kita baca hari ini adalah sensus kedua yang dilakukan Musa atas perintah Tuhan (63), untuk menghitung jumlah pasukan Israel yang siap berperang (2). Mereka telah tiba di tepi sungai Yordan dekat Yerikho, siap memasuki tanah Kanaan. Para orangtua mereka tidak memiliki kesempatan ini (lihat Bilangan 14:34-35). Perhatikan hasil sensus yang tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya (bandingkan dengan Bilangan 3), dan murka Tuhan di pasal 25. Generasi ini tidak lebih banyak atau lebih siap memasuki tanah Kanaan. Kalau mereka akhirnya berhasil menempati tanah Kanaan, sungguh itu anugerah Tuhan semata.

Kesempatan-kesempatan apa yang dianugerahkan Tuhan bagi kita selama ini? Salah satu yang paling berharga adalah kesempatan mengenal Kristus dan menerima pengampunan melalui salib-Nya. Kita yang berdosa dan selayaknya binasa, kini berkesempatan hidup sebagai anak-anak-Nya. Sudahkah kita menyambut anugerah itu dengan hidup mengenal, mengasihi, dan berkarya bagi Raja semesta, setiap hari? --ENO
------------------------------------------------------------------
KESEMPATAN MENJADI ANAK TUHAN SUNGGUH BERHARGA
SUDAHKAH KITA MENAGGAPI SEBAGAIMANA MESTINYA?
------------------------------------------------------------------

BUKA DULU TOPENGMU

Bacaan Firman
Bacalah Matius 23:25-28

Pertanyaan renungan
1. Apakah hidup kita asli? Apakah hidup yang kita tampilkan diluar sama dengan yang di dalam?
2. Apakah ada topeng kemunafikan dalam diri kita?

Apakah kita sering memakai topeng dalam kehidupan kita sehari-hari meski kita adalah orang Kristen yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan? Marilah kita melihat salah satu contoh di dalam kehidupan Yudas yang memakai topeng selama ia mengikuti Yesus. Yohanes menulis kata-kata Yudas, "'Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?' Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya,”(Yohanes 12:5-6). Ini adalah dosa kemunafikan. Apa yang kita lakukan tidak sama dengan apa yang kita katakan. Karena itu, Yesus memberikan peringatan yang keras kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang tertulis di dalam Matius 23:25-28. Kata Yesus, “Hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.” Jadi, kita harus membuka topeng kita agar kita dibersihkan sebelah dalam terlebih dahulu, sehingga sebelah luarnya juga akan bersih. Jangan sampai di sebelah luar kita tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kita penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Renungan firman
Sudahkah Anda menghidupi apa yang Anda katakan? Bagaimanakah dengan topeng Anda sudah dibuka atau belum? Kapankah terakhir kali Anda membukanya?