Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

Rabu, 25 Januari 2012

KEMENANGAN ATAS PENCOBAAN

Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 10:1-13.
Pertanyaan renungan:
1. Hal apakah yang diinginkan oleh Paulus agar kita ketahui benar-benar? (ayat 1-5).
2. Sebutkan contoh-contoh pencobaan yang dituliskan oleh Paulus bagi kita? (ayat 6-11).
3. Apa jaminan kemenangan kita atas pencobaan? (ayat 12-13).
Orang Kristen tak boleh memaafkan dosa dengan dalih apapun. Karena banyak yang sudah lahir baru, tapi terus-menerus berdosa dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan (Rom 6:1). Roh Kudus menyatakan bahwa Allah menyediakan kasih karunia bagi kita untuk mengatasi pencobaan dan menang atas dosa (Wahyu 2:7,17,26). Ada dua cara: (a). Dia tidak mengizinkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. (b). Dia menyediakan jalan keluar bagi kita agar kita bertahan dalam pencobaan dan mengalahkan dosa (2Tes 3:3). Kasih karunia Allah (Ef 2:8-10; Tit 2:11-14), darah Yesus Kristus (Ef 2:13; 1 Pet 2:24), Firman Allah (Ef 6:17; 2 Tim 3:16-17); kuasa Roh di dalam kita (Tit 3:5-6; 1 Pet 1:5) dan doa syafaat Kristus di sorga bagi kita untuk melawan dosa dan kuasa roh jahat (Ef 6:10-18; Ibr 7:25). Jika kita menyerah pada dosa, berarti kita gagal melawan keinginan daging kita yang berdosa dengan kuasa Roh (Rom 8:13-14; Gal 5:16,24; Yak 1:13-15). "Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh" (2 Pet 1:3), dan, "hidup layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, ... memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik ..."(Kol 1:10-11). Proses ini membuat kita belajar mengandalkan Tuhan. Seberat apapun persoalan kita, Tuhan mempersiapkan kapasitas rohani yang lebih besar lagi. Tuhan hadir lewat proses untuk memurnikan kita. Orang yang lulus proseslah yang bisa naik ke level berikut.
Renungan firman:
Apakah hari ini Anda mengalami kemenangan atas pencobaan yang Anda alami? Ceritakan di komsel apa pengalaman saat menghadapi pencobaan. Praktek saling mendoakan di komsel Anda.

Selasa, 24 Januari 2012

KETAATAN MEMBAWA KITA PADA PERTUMBUHAN ROHANI

Bacaan Firman
Bacalah Kejadian 19:1-29
Pertanyaan renungan :
1. Apa yang diperintahkan Tuhan kepada Lot? (ayat 12-13, 17).
2. Bagaimana respon Lot ketika mendengar perintah Tuhan? (ayat 14-15).
3. Mengapa Tuhan ingin menyelamatkan Lot dan keluarganya? (ayat 29).
Pada waktu Sodom hendak dimusnahkan, Tuhan memerintahkan Lot untuk melarikan diri ke ‘pegunungan’ (Kej 19:17 – Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang, “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap”). Inilah cara kerja Tuhan, yang seringkali memerintahkan kita untuk meninggalkan ‘dunia lama’ dan mengeluarkan kita dari sana. Ia memerintahkan kita pergi ke pegunungan, sebuah tempat yang lebih tinggi. Ketidaktaatan akan melahirkan banyak masalah di dalam hidup kita. Masalah kita adalah ketidaktaatan. Karena ketidaktaannya kepada Tuhan, Lot menawar bagaimana kalau ia pergi ke Zoar, sehingga ia jatuh dalam dosa amoral (incest) dengan kedua anak perempuannya. Kedua anak perempuannya melahirkan suku Moab dan Amon, yang akhirnya menjadi musuh bebuyutan suku Israel. Naik ke gunung memang susah dan berat, berat bagi badan dan beban bagi kedua kaki kita. Tetapi, tidak ada perjalanan yang mudah untuk tiba di puncak. Meski berat, Tuhan membawa kita naik ke atas. Kita harus taat, seberat apapun perjalanan itu. Apakah Anda sudah taat kepada Tuhan? Apakah yang menghalangi Anda untuk taat kepada Tuhan?
Renungan firman
Hal apakah yang Anda alami ketika mempraktekkan ketaatan? Kesulitan-kesulitan apakah yang Anda alami ketika mempraktekkan ketaatan? Bagikan dengan anggota komsel Anda.

MATI TERHADAP DOSA

Senin, 23/01/2012 
Bacaan Firman
Bacalah Roma 6:6-11
Pertanyaan renungan
1. Apakah Anda sudah mati terhadap dosa?
2. Apa artinya mati terhadap dosa?
Pernahkah Anda melihat orang mati yang masih tergoda dengan dosa? Tentunya kita tidak akan pernah melihat hal yang seperti itu. Renungan firman Tuhan hari ini dari Roma 6:6-11, “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” Apakah kita rindu untuk mengalami firman Tuhan ini di dalam hidup kita? Jika ya, maka doakan dan akuilah kebenaran firman Tuhan ini sampai roh Anda menangkap apa yang dimaksudkan oleh firman Tuhan. Ketika kita tahu tentang kebenaran, maka kebenaran itu akan memerdekakan kita dari dosa. Orang yang menyadari bahwa kekuatan untuk mengatasi godaan dosa datang dari pengenalan akan kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus, maka kita akan benar-benar mengalami kemenangan atas dosa. Adakah dosa yang masih mengikat hidupmu?
Renungan firman
Sudahkah Anda mengalami kebenaran tentang mati terhadap dosa? Pergumulan apakah yang masih Anda hadapi untuk mengatasi dosa? Doakanlah bersama di komsel.

Minggu, 22 Januari 2012

Tujuan Ilahi Membutuhkan Iman

Bacaan Hari ini :
Ibrani 11:6 "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."
_________________________________________

Tujuan ilahi ditetapkan melalui iman.
Alkitab mengatakan, "Tanpa iman, adalah mustahil untuk menyenangkan Tuhan."
Dalam rangka untuk menyenangkan Tuhan, kita harus menetapkan tujuan yang membutuhkan iman.

Apa artinya ini?
Ini berarti kita harus menetapkan tujuan yang lebih besar dari yang dapat kita capai sendiri.

Sebagai contoh, saya ingin Anda untuk menetapkan tujuan dalam hal kesehatan untuk tahun ini.
Seperti yang sudah saya katakan, jika Anda tidak memiliki tujuan dalam kesehatan, maka tujuan Anda adalah untuk tetap sama atau bertambah buruk.
Untuk bergerak maju -- untuk menjadi lebih sehat -- Anda harus menetapkan tujuan dalam kesehatan Anda.

Katakanlah Anda perlu menurunkan berat badan.
Jika Anda mengatakan, "Tujuan saya adalah untuk turun 1 kg" -- yah ... Anda tahu Anda bisa lebih baik dari itu.
Tetapkan tujuan berdasarkan apa yang Tuhan beritahukan untuk Anda lakukan dan saya tidak meragukan bahwa tujuan itu yang akan mengharuskan Anda untuk tetap tergantung pada Yesus.

Anda belum benar-benar percaya Tuhan sampai Anda mencoba untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan kecuali kuasa-Nya bekerja dalam hidup Anda.
_________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 4-6; Matius 14:22-36
_________________________________________

Tujuan yang diberkati Tuhan adalah tujuan yang membuat Anda semakin bergantung pada kuasa Tuhan untuk mencapainya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
_________________________________________

ANUGERAH BERNAMA KESEMPATAN

Bacaan: Bilangan 26:1-65
Hitunglah jumlah segenap umat Israel, yang berumur dua puluh tahun ke atas menurut suku mereka, semua orang yang sanggup berperang di antara orang Israel (Bilangan 26:2)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kejadian 30-31
------------------------------------------------------------------
Hung Ba Le tidak pernah menyangka ada kesempatan baginya untuk membangun hidup baru di AS. Ketika berusia 5 tahun, kondisi negeri memaksa orang tuanya menghanyutkan Hung ke laut lepas, hingga akhirnya ia terdampar di Amerika. Si "Manusia Perahu", demikian Hung dikenal, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ia terima, 34 tahun kemudian ia kembali ke negerinya sebagai warga negara AS berdarah Vietnam pertama yang menjadi komandan kapal perang AS, USS Lassen.

Generasi muda Israel juga menerima anugerah yang bernama "kesempatan". Sensus yang kita baca hari ini adalah sensus kedua yang dilakukan Musa atas perintah Tuhan (63), untuk menghitung jumlah pasukan Israel yang siap berperang (2). Mereka telah tiba di tepi sungai Yordan dekat Yerikho, siap memasuki tanah Kanaan. Para orangtua mereka tidak memiliki kesempatan ini (lihat Bilangan 14:34-35). Perhatikan hasil sensus yang tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya (bandingkan dengan Bilangan 3), dan murka Tuhan di pasal 25. Generasi ini tidak lebih banyak atau lebih siap memasuki tanah Kanaan. Kalau mereka akhirnya berhasil menempati tanah Kanaan, sungguh itu anugerah Tuhan semata.

Kesempatan-kesempatan apa yang dianugerahkan Tuhan bagi kita selama ini? Salah satu yang paling berharga adalah kesempatan mengenal Kristus dan menerima pengampunan melalui salib-Nya. Kita yang berdosa dan selayaknya binasa, kini berkesempatan hidup sebagai anak-anak-Nya. Sudahkah kita menyambut anugerah itu dengan hidup mengenal, mengasihi, dan berkarya bagi Raja semesta, setiap hari? --ENO
------------------------------------------------------------------
KESEMPATAN MENJADI ANAK TUHAN SUNGGUH BERHARGA
SUDAHKAH KITA MENAGGAPI SEBAGAIMANA MESTINYA?
------------------------------------------------------------------

BUKA DULU TOPENGMU

Bacaan Firman
Bacalah Matius 23:25-28

Pertanyaan renungan
1. Apakah hidup kita asli? Apakah hidup yang kita tampilkan diluar sama dengan yang di dalam?
2. Apakah ada topeng kemunafikan dalam diri kita?

Apakah kita sering memakai topeng dalam kehidupan kita sehari-hari meski kita adalah orang Kristen yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan? Marilah kita melihat salah satu contoh di dalam kehidupan Yudas yang memakai topeng selama ia mengikuti Yesus. Yohanes menulis kata-kata Yudas, "'Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?' Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya,”(Yohanes 12:5-6). Ini adalah dosa kemunafikan. Apa yang kita lakukan tidak sama dengan apa yang kita katakan. Karena itu, Yesus memberikan peringatan yang keras kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang tertulis di dalam Matius 23:25-28. Kata Yesus, “Hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.” Jadi, kita harus membuka topeng kita agar kita dibersihkan sebelah dalam terlebih dahulu, sehingga sebelah luarnya juga akan bersih. Jangan sampai di sebelah luar kita tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kita penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Renungan firman
Sudahkah Anda menghidupi apa yang Anda katakan? Bagaimanakah dengan topeng Anda sudah dibuka atau belum? Kapankah terakhir kali Anda membukanya?

Sabtu, 21 Januari 2012

Tujuan Ilahi Memiliki Perspektif Kekekalan

Bacaan Hari ini :
1 Korintus 9:26 "Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul."
_________________________________________

Tujuan Tuhan bagi hidup Anda tidak hanya untuk di saat ini dan di tempat ini, tujuan-tujuan itu untuk selama-lamanya.
Jika Anda berpikir hidup ini adalah hanya semua yang ada sekarang, maka Anda akan menetapkan tujuan seolah-olah hidup ini adalah hanya semua yang ada saat ini saja.

Di sisi lain, jika Anda menyadari satu hari Anda akan berdiri di hadapan Tuhan dan Dia akan mengatakan, "Apa yang kamu lakukan sementara Aku menempatkan kamu di bumi? Apakah kamu mempelajari hal-hal yang Aku tempatkan untuk kamu pelajari? Apakah kamu percaya pada Putra-Ku Yesus?"
Maka itu akan membentuk bagaimana Anda melihat tujuan-tujuan Anda.

Apakah tujuan saya membantu saya mengenal Tuhan, bertumbuh dalam Tuhan, melayani Tuhan, bersaksi mengenai Tuhan, mengasihi Tuhan, memberitahu orang lain tentang Tuhan?

Apa yang saya tanyakan pada Anda adalah, misalnya, bagaimana Anda berdoa?
Ketika Anda berdoa, apakah Anda berdoa meminta Tuhan untuk membantu Anda dengan tujuan Anda sendiri atau Anda berdoa untuk dapat mengerti dan mengikuti tujuan Tuhan?
Jika Anda mengatakan, "Tuhan, saya hanya mau melakukan apa yang Engkau inginkan untuk saya lakukan di bumi," saya menjamin bahwa Tuhan pasti akan memberkati segala sesuatu yang Anda sentuh karena Tuhan sedang mencari orang yang dapat Dia pakai untuk memenuhi tujuan-Nya.

Roma 6:13 mengatakan, "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."

Tujuan Ilahi memiliki perspektif kepada kekekalan.
Paulus memberikan contoh ini ketika dia mengatakan, "Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul." (1 Korintus 9:26)
Paulus adalah seorang pelari yang digerakkan oleh tujuan!
Dia menolak untuk diganggu dengan hal-hal di luar tujuannya.

Alkitab sering membandingkan kehidupan dengan perlombaan, jadi saya ingin Anda berpikir tentang hal ini -- dalam perlombaan, Anda tidak bisa mengatur garis akhir.
Garis akhir sudah ditentukan sebelumnya.
Dan Anda membuat kemajuan satu langkah pada satu waktu, langkah demi langkah.

Yang sama berlaku dengan tujuan.
Anda bekerja untuk mencapai tujuan secara bertahap langkah demi langkah dan Anda bekerja dengan tujuan dalam setiap langkah.
_________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 1-3; Matius 14:1-21
_________________________________________

Tujuan yang diberkati oleh Tuhan adalah tujuan yang memiliki perspektif sampai kepada kekekalan, tidak hanya sebatas kehidupan selama di dunia saja.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
_________________________________________

UNTUNG AKU INI KODOK

Bacaan: Kejadian 31:1-3
Kedengaranlah kepada Yakub anak-anak Laban berkata demikian: "Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun segala kekayaannya" (Kejadian 31:1)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kejadian 27-29
------------------------------------------------------------------
Si kodok, yang hidup di tepi kolam, terkadang tidur dengan perut keroncongan karena seharian tak ada serangga lewat. Ia iri pada ikan di kolam. Kerja mereka hanya berenang-renang, tetapi pemilik kolam pasti memberi makan setiap pagi dan petang. Ingin ia hidup seperti itu. Suatu siang, pemilik kolam datang, bukan untuk memberi makan, tetapi membawa jaring untuk menangkap ikan. "Malam ini kita pesta ikan panggang, " katanya. Mendengarnya, si kodok tersadar, betapa beruntung ia karena dirinya seekor kodok.

Anak-anak Laban tampaknya juga dilanda rasa iri. Karena itu mereka mulai berbicara di belakang Yakub, menuduhnya mengambil harta milik ayah mereka (ayat 1). Maklum, Yakub yang tadinya tidak punya apa-apa, kini punya banyak kambing, domba, unta dan keledai (lihat pasal 30:43). Parahnya, Yakub dituduh "mengambil segala harta milik ayah" mereka. Segala? Bukankah sebagai anak-anak Laban, mereka memiliki bagian dari harta milik ayah mereka? Benarkah Yakub mengambil "segala" harta Laban? Membandingkan diri dengan orang lain, mereka mendapati diri mereka serba kekurangan.
Betapa malangnya!

Iri hati bisa timbul ketika kita kehilangan rasa syukur atas apa yang Tuhan berikan. Kita mulai membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kasih menjadi luntur, berganti rasa tidak aman dan curiga. Jika Anda mulai mengalaminya, waspadalah. Firman Tuhan mengingatkan kita, di mana ada iri hati di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (Lihat Yakobus 3:16). Naikkan dosis syukur dan kasih setiap hari, agar tak bisa tumbuh iri di hati --ARS
------------------------------------------------------------------
INGATKAN AKU AKAN KASIH-MU YANG MELIMPAH, TUHAN
DAN ANUGERAH-MU CUKUP BAGIKU SETIAP WAKTU
KADANG KEBENARAN SEPERTI OBAT YANG PERIH BAGI LUKA YANG MAU DISEMBUHKAN
------------------------------------------------------------------

MAUKAH ENGKAU SEMBUH?

Bacaan Firman
Bacalah Yohanes 5:5-6

Pertanyaan renungan
1. Berapa lamakah Anda sakit (terikat dengan dosa)?
2. Maukah Anda sembuh?

Dalam bacaan firman Tuhan hari ini, ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun sakit. Ketika Yesus melihat orang tersebut berbaring karena sakit, Yesus berkata kepada orang sakit itu, "Maukah engkau sembuh?" Banyak orang yang hari ini mengalami pengalaman seperti orang sakit ini, mereka melayani Tuhan tetapi hidupnya masih sakit dan terikat dosa. Herannya orang ini sudah sakit selama 38 tahun yang berarti terikat dengan dosa (kesombongan, kepahitan, kenajisan, cinta akan uang) dan butuh disembuhkan. Tuhan melihat ke dalam hati kita, untuk melihat hal-hal yang yang masih tersembunyi di hadapan Tuhan. Tuhan tahu berapa lama kita sakit, tapi maukah kita disembuhkan? Tetapi bagaimanakah kita bisa disembuhkan? Ada cara jitu yang telah dipraktekkan oleh ribuan orang di seluruh dunia, yaktiu “Keterbukaan adalah awal dari pemulihan. “ Sudahkah kita terbuka dan transparan dengan otoritas di dalam komsel kita? Yakobus menulis, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya,”(Yakobus 5:16). Mari, akui dengan rendah hati dosa yang mengikat kita agar kita didoakan dan menjadi sembuh.

Renungan firman
Berapa lamakah Anda terikat oleh dosa tertentu? Rindukah Anda untuk disembuhkan oleh Tuhan? Mintalah untuk didoakan di komsel Anda.

Jumat, 20 Januari 2012

Tujuan Ilahi Termotivasi oleh Kasih

Bacaan Hari ini :
1 Korintus 14:1a (terjemahan NLT) "Biarkan kasih menjadi tujuanmu yang paling tinggi."
_________________________________________

Tuhan lebih tertarik pada mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan daripada apa yang Anda lakukan. Tujuan Ilahi -- jenis tujuan yang akan diberkati Tuhan -- harus termotivasi oleh kasih.

Orang dapat dimotivasi oleh banyak hal ketika mereka menetapkan tujuan -- tekanan dari lingkungan, rasa bersalah, keserakahan, materialisme, balas dendam, kebanggaan, iri hati, atau cemburu.
Tapi Tuhan hanya akan memberkati tujuan yang termotivasi oleh kasih.

Alkitab mengatakan semua yang Anda lakukan harus dilakukan dengan kasih.
Jadi setiap tujuan yang Anda tetapkan harus untuk kemuliaan Tuhan, dan setiap tujuan yang Anda tetapkan harus termotivasi oleh kasih.
Alkitab mengatakan, "Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!" (1 Korintus 16:14)

Kasih yang memotivasi kita adalah kasih kita untuk Yesus atau kasih kita untuk orang lain.
Itu yang disebut sebagai Hukum yang terutama: Mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.
Ketika tujuan menggerakkan Anda untuk lebih mengasihi Tuhan atau lebih mengasihi orang lain, maka Tuhan akan mendukung tujuan itu.

Alkitab mengatakan, "Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita." (1 Yohanes 4:12)

Jika tidak demikian, jika Anda menetapkan tujuan tanpa kasih, maka orang-orang menjadi alat dalam hidup Anda dan Anda berhenti melihat mereka sebagai manusia, melainkan Anda melihat mereka sebagai proyek dan ini membuat Anda tidak bisa belajar bagaimana mengasihi.
Tuhan ingin kita menghabiskan waktu kita di bumi ini untuk belajar bagaimana mengasihi Dia dan mengasihi orang lain.
_________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 49-50; Matius 13:31-58
_________________________________________

Tujuan yang pasti diberkati oleh Tuhan adalah tujuan yang termotivasi oleh kasih kepada Dia dan kepada orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

MEMBALAS KEJAHATAN

Bacaan: Roma 12:17-21
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang (Roma 12:17)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kejadian 25-26
------------------------------------------------------------------
Toni jengkel. Sejak berdiri, pabriknya sering ditimpuki anak jalanan. Puluhan kali alarm pencuri berbunyi. Suatu hari dipergokinya 3 anak mencuri mangga di halaman. Mereka terpojok ketakutan. Toni naik darah, tetapi tiba-tiba teringat firman Tuhan: "Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan." Diberinya tiap anak satu mangga sambil dinasihati: "Lain kali minta saja, jangan mencuri." Dua hari kemudian, 5 anak datang minta mangga! Toni sabar melayani. Rela diganggu. Lama-lama, mereka datang tiap sore. Bukan lagi untuk minta mangga, melainkan untuk berteman. Mereka diajari baca tulis. Pabriknya jadi aman. Lebih lagi, anak-anak jalanan bisa belajar mengenal kasih Tuhan.

Saat orang berbuat jahat, biasanya kita ingin membalas. Mengapa? Sebab kita merasa terganggu. Terluka. Jika membalas, ada rasa puas. Namun, pembalasan membuahkan pembalasan;melahirkan lingkaran dendam tak berkesudahan. Rasul Paulus memberi saran radikal: berbuat baiklah pada musuhmu! (ayat 17, 20). Tindakan kasih tanpa pamrih berkuasa menghancurkan hati lawan, mengubah dendam menjadi pengampunan (ayat 21). Kita bertanya, "Lantas bagaimana dengan kejahatan mereka? Tidakkah mereka harus menerima hukuman setimpal?" Soal pembalasan, kata Paulus, serahkan saja pada Tuhan (ayat 19). Bagian kita adalah menunjukkan kebaikan.

Untuk bisa berbuat baik saat disakiti, kita harus bersabar menghadapi orang-orang yang sulit dan berhati bengkok. Untuk itu dibutuhkan penyangkalan diri. Ingat janji firman Tuhan. Memang tak mudah, namun hasilnya indah. Cobalah! --JTI
------------------------------------------------------------------
HANYA ORANG YANG RELA DIGANGGU
DAPAT TUHAN PAKAI MENYENTUH HIDUP SESAMA
------------------------------------------------------------------

BUAH DARI KECINTAAN AKAN ALLAH.

Bacaan firman
Bacalah Mazmur.91:14-16

Pertanyaan renungan:
1. Apakah yang harus kita lakukan untuk mengalami berbagai mukjizat Tuhan? (ayat 14-16).
2. Tuliskanlah buah-buah dari kecintaan kita akan Allah?

Sejak semula, Allah ingin mengekspresikan diri-Nya lewat ciptaan-Nya yang paling mulia, yaitu manusia. Tuhan menciptakan manusia di Taman Eden untuk mengekspresikan diri-Nya. Tetapi karena manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia mengekspresikan sifat dosa dalam tindakan yang dilakukannya setiap hari. Dalam Mazmur 91, Allah rindu untuk mengekspresikan diri-Nya lewat orang yang hatinya melekat kepada Dia. Jika manusia mau berlindung dalam naungan Tuhan, maka Tuhan akan meluputkan mereka dari segala tantangan dan persoalan hidup. Segala macam penyakit dan serangan kuasa kegelapan tidak akan mengganggu kita yang duduk dalam naungan Tuhan. Kita hanya akan menonton semua peristiwa tersebut dengan mata kita sendiri. Sayangnya manusia lebih memilih jalannya sendiri untuk berlindung dibawah uang, status sosial, kekayaan dan kepintaran yang dimilikinya. Akibatnya, hidup mereka hancur dan terjerat dengan berbagai nafsu dunia. Lalu siapakah yang akan terluput? Mereka yang hatinya sungguh-sungguh mencintai ALLAH. Hati mereka benar-benar melekat dengan Tuhan, hati yang tidak melekat kepada harta, uang dan berbagai nafsu duniawi yang lain. Buah dari kecintaan kita kepada Tuhan adalah Tuhan akan menjawab ketika kita berseru kepada-Nya. Apakah Anda adalah orang yang mencintai Tuhan?

Renungan firman
Sudahkah Anda berlindung dalam naungan Allah dan mengekspresikan cinta Tuhan? Kapan terakhir kali Anda membagikan pengalaman Anda dengan Tuhan kepada orang lain?

Kamis, 19 Januari 2012

Tujuan Anda Harus Membawa Kemuliaan bagi Tuhan

Bacaan Hari ini :
2 Korintus 5:9 (BIS) "Kami membuat tujuan kami untuk menyenangkan hatinya, apakah kita berada di rumah dalam tubuh atau menjauh dari itu."
_________________________________________

Tidak setiap tujuan adalah tujuan yang baik atau jenis tujuan yang akan membuat Tuhan mendukung dan membantu Anda untuk mencapainya.

Jadi tujuan seperti apa yang diberkati oleh Tuhan?
Alkitab mengatakan, "Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah." (1 Korintus 10:31)
Itu berarti jika Anda akan menetapkan beberapa tujuan, maka tujuan-tujuan tersebut harus membawa kemuliaan bagi Allah.

Ayat ini mengatakan apa pun yang Anda makan -- jujur, jika saya duduk di sebuah restoran saya tidak langsung memikirkan makanan apa yang akan membawa kemuliaan paling besar kepada Tuhan.
Saya tidak berpikir mengenai hal itu sama sekali.
Apakah saya mungkin akan menjadi lebih sehat jika saya memikirkannya?
Tentu saja.

Tapi ada titik yang lebih besar dalam hal ini dan itu adalah bahwa semuanya dapat dilakukan untuk kemuliaan Tuhan -- makan, minum atau apa pun yang Anda lakukan.

Apakah itu berarti saya bisa menyelesaikan transaksi penjualan bagi kemuliaan Tuhan? Ya.
Apakah itu berarti saya dapat menyapu rumah untuk kemuliaan Tuhan? Ya.
Apakah itu berarti saya dapat membuat pemograman komputer untuk kemuliaan Tuhan? Ya!
Anda dapat melakukan apapun untuk kemuliaan Tuhan.

Anda mengatakan, "Nah, bagaimana saya melakukannya?"
Hal ini membutuhkan sikap yang tepat dan motivasi yang benar.
Sikap yang tepat adalah "Saya melakukannya karena rasa syukur."
Motivasi yang benar adalah "Saya melakukannya untuk menghormati Tuhan."

Bagaimana Anda tahu apakah itu akan membawa kemuliaan bagi Tuhan?
Setiap tujuan yang membuat Anda untuk lebih mencintai Tuhan berarti membawa kemuliaan bagi Tuhan.
Setiap tujuan yang Anda tetapkan yang menyebabkan Anda untuk lebih mempercayai Tuhan, membawa kemuliaan bagi Tuhan.
Setiap tujuan yang Anda tetapkan yang menyebabkan Anda untuk mentaati Tuhan, untuk mengasihi Tuhan, untuk melayani Tuhan, setiap tujuan yang menyebabkan Anda ingin bersaksi tentang Tuhan dan mengatakan kepada orang-orang yang tidak percaya, "Lihat apa yang Dia lakukan untuk saya." -- itulah tujuan yang membawa kemuliaan bagi Tuhan.
_________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 46-48; Matius 13:1-30
_________________________________________

Tujuan yang kita tetapkan harus membawa kemuliaan bagi Tuhan dan Dia akan memberkati setiap usaha kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
_________________________________________

ANTARA KARSA DAN KARYA

Bacaan: Galatia 5:16-26
Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu keh (Galatia 5:17)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kejadian 22-24
------------------------------------------------------------------
Menteri Rekonstruksi Jepang, Ryu Matsumoto, mengundurkan diri karena telah bersikap kasar ketika berkunjung ke tempat korban tsunami beberapa waktu yang lalu. Menarik untuk menyimak apa yang ia jelaskan mengenai perilakunya: "Golongan darah saya B. Artinya saya bisa meledak sewaktu-waktu dan maksud saya tidak selalu sama dengan tindakan saya, " ujarnya. Apakah pernyataannya itu mengandung kebenaran atau hanya untuk membela diri?

Sebenarnya, masalah ketidakserasian antara "keinginan melakukan" (karsa) dengan "apa yang dilakukan" (karya) adalah masalah klasik sejak dulu. Paulus menjelaskan penyebabnya: "keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki." Kita bisa mengetahui karsa mana yang lebih kuat dalam diri seseorang dengan melihat karyanya. Perbuatan daging adalah segala tindakan dosa (19-21) sedangkan buah Roh adalah kasih, damai sejahtera dan segala hal baik lainnya (22-23). Sebagai milik Kristus, seharusnya karsa Roh Kudus menguasai hidup kita dan mengendalikan setiap karya kita (24-25).

Tidak mudah memang membuat serasi antara karsa dan karya sebagai seorang anak Tuhan. Itu sebabnya kita tidak dapat melakukannya sendiri. Kita perlu bergantung pada Roh Kudus untuk menolong kita. Mari terus memberi diri dan mohon kepekaan mengikuti pimpinan-Nya. Tindakan kita tidak tergantung pada golongan darah kita, tetapi tergantung siapa yang memimpinnya. Apakah kita dipimpin oleh Roh atau dikendalikan oleh kedagingan kita. Selamat dipimpin Roh! --ENO
------------------------------------------------------------------
BERILAH DIRI DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS
ATAU KEDAGINGAN YANG AKAN MENGENDALIKAN KITA TERUS
------------------------------------------------------------------

BERSERAH PADA TUHAN, ARTINYA MEMPERCAYAI DIA SEPENUHNYA.

Bacaan firman
Bacalah Mazmur 37:5-7.

Pertanyaan renungan:
1. Hal apakah yang seharusnya kita lakukan? (ayat 5-7).
2. Apakah yang akan dilakukan oleh Tuhan kepada kita? (ayat 5).

Bergerak ke level rohani yang lebih tinggi membutuhkan penyerahan diri yang total kepada Tuhan. Kita harus mempercayai Tuhan sepenuhnya. Semakin kita membangun hubungan yang lebih mendalam dengan Tuhan, maka kita akan tahu bahwa tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika kita berserah dan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, maka Ia akan memunculkan kebenaran kita seperti terang dan hak kita seperti siang. Tidak ada kebenaran dalam diri manusia, karena nabi Yesaya berkata, “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin,”(Yesaya 64:6). Jadi, hanya Tuhan sendirilah yang akan memunculkan kebenaran kita. Karena Kristuslah kebenaran kita. Kita harus menyerah secara total seluruh keberadaan diri kita kepada Tuhan. Ketika kita menghadapi masalah, persoalan dan hidup yang semakin tidak menentu, maka kita harus menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika kita berserah pada Tuhan, maka sebenarnya kita adalah pemenang, bahkan kita lebih dari pemenang. Kita sudah belajar bahwa kekristenan adalah “Pertukaran,” yakni hidup kita bukannya kita lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam kita. Kemenangan Kristus adalah kemenangan kita.

Renungan firman:
Apakah Anda sudah mempercayai Tuhan sepenuhnya ketika Anda berserah kepada-Nya? Banyak orang yang cuma setengah mempercayai Tuhan, meski mereka berserah kepada Dia. Bagaimana dengan Anda?

Rabu, 18 Januari 2012

Tujuan Mengembangkan Iman Anda


Bacaan Hari ini :
Matius 9:29b "Jadilah kepadamu menurut imanmu."
_________________________________________

Setiap kali Anda menetapkan tujuan, Anda sedang mengatakan, "Saya percaya Tuhan ingin saya melakukan hal ini dengan ini dan pada tanggal ini." -- dan itu adalah suatu pernyataan iman.

Sekarang, jika Anda menyatakan tujuan yang besar, Tuhan akan bekerja dalam cara yang besar.
Jika Anda menyatakan tujuan yang sedang, Tuhan akan bekerja dalam cara yang sedang.
Jika Anda menyatakan tujuan yang kecil, Tuhan akan bekerja dalam cara yang kecil.

Jadi Anda dapat melihat bagaimana tujuan mengembangkan iman Anda.
Tujuan yang Anda tetapkan menegaskan bahwa Anda percaya Tuhan, tetapi juga merupakan pernyataan dari seberapa besar Anda percaya pada Tuhan.
Alkitab mengatakan, "Jadilah kepadamu menurut imanmu." (Matius 9:29)

Ini berarti bahwa tidak memiliki tujuan sebenarnya adalah sebuah sebuah tujuan juga.
Dengan kata lain, jika Anda tidak menetapkan tujuan tertentu, sebenarnya Anda sudah menetapkan tujuan dan tujuan itu adalah untuk tetap menjadi sama.

Lihat bagaimana ini bekerja:

Ketika saya bertanya, apa tujuan Anda untuk kesehatan Anda pada 2012?
Jika Anda mengatakan, "Saya tidak memiliki tujuan apapun," maka tujuan Anda adalah untuk menjadi tetap sama.

Ketika saya menanyakan apa tujuan Anda dalam hubungan Anda?
Jika Anda mengatakan, "Saya tidak memiliki tujuan apapun," maka tujuan Anda adalah supaya hubungan Anda tidak menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ketika saya bertanya apa tujuan Anda untuk keuangan Anda dan untuk keluar dari hutang?
Jika Anda mengatakan, "Saya tidak memiliki tujuan apapun," maka tujuan Anda adalah untuk tetap tinggal dalam hutang.

Ketika saya menanyakan apa tujuan Anda untuk karir dan bisnis Anda?
Jika Anda mengatakan, "Saya tidak memiliki tujuan apapun," maka tujuan Anda adalah hanya untuk mengalir dan bertahan saja.

Itulah sebabnya Alkitab mengajarkan kita untuk memiliki tujuan.
Menetapkan goal atau tujuan adalah disiplin rohani.
Memiliki goal menantang dan mengembangkan iman kita.
Menetapkan tujuan juga mengembangkan karakter kita dan membangun harapan kita.
_________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 43-45; Matius 12:24-50
_________________________________________

Kita harus menetapkan goal dan tujuan dalam setiap area kehidupan kita karena itu akan mengembangkan iman kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
_________________________________________

PESAN TERAKHIR

Bacaan: Efesus 4:17-32
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh anugerah (Efesus 4:29)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kejadian 19-21
------------------------------------------------------------------
"Saya hanya ingin kamu tahu saya benar-benar mencintaimu. Saya ingin kamu berbuat baik, berbahagialah.... " Itulah potongan pesan terakhir yang sempat ditinggalkan Brian Sweeney dimesin penjawab telepon isterinya, sebelum pesawat yang ia tumpangi ditabrakkan pembajak ke gedung WTC, 9 September 2001. Pesan yang singkat, mengharukan, sekaligus menghangatkan hati yang mendengarnya.

Perkataan yang baik, yang menguatkan, yang membangun orang lain, adalah salah satu hal yang didorong Rasul Paulus untuk dilakukan semua orang percaya, bukan saja menjelang akhir hidup, melainkan sejak menerima hidup baru di dalam Kristus (ayat 20-24). Hidup baru perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata setiap hari, termasuk melalui setiap perkataan yang keluar dari mulut kita. Yang dimaksud perkataan baik tidak berarti kata-kata yang romantis belaka, tetapi apa yang meneguhkan, menguatkan, ramah, penuh kasih dan pengampunan (ayat 29,32). Berbanding terbalik dengan kata-kata kotor yang merusak (ayat 31).

Mana yang lebih banyak keluar dari mulut kita setiap hari? Perkataan yang baik atau justru yang merusak? Ucapan yang membawa orang mengagumi Tuhan, atau malah yang membuat mereka kehilangan rasa hormat dan kasih pada-Nya? Sobat, jangan tunggu detik-detik terakhir untuk mengucapkan tutur kata yang baik. Kita tidak tahu kapan saat itu tiba. Hidupilah setiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhir kita. Mohon Roh Kudus memberi hikmat agar setiap orang yang mendengar perkataan kita dapat beroleh kasih karunia Tuhan-SST
------------------------------------------------------------------
PAKAILAH SETIAP KESEMPATAN YANG ADA
MEMBAWA ORANG SELANGKAH LEBIH DEKAT KEPADA KRISTUS
------------------------------------------------------------------

HUBUNGAN YANG MELAHIRKAN PERSAHABATAN.

Bacaan firman
Bacalah Yohanes 15:1-15

Pertanyaan renungan:
1. Siapakah sahabat Tuhan? (ayat 14).
2. Hubungan yang seperti apakah yang dimaksudkan oleh Yesus bagi kita? (ayat 15).

Betapa luar biasanya hati yang dimiliki oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Ia tidak memanggil murid-muridNya sebagai hamba, tetapi sebagai sahabat. Sebab hamba tidak akan tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, sedangkan sahabat bisa mengetahui semua rahasia dengan baik. Menjadi sahabat Yesus adalah memiliki hubungan pribadi yang terus-menerus dengan Tuhan. Sungguh luar biasa pengalaman ini. Bayangkan saja kalau Anda menjadi sahabat seorang menteri atau presiden sebuah negara? Bukankah hal ini akan membanggakan bagi diri kita? Bagaimana dengan kita yang telah percaya kepada Kristus? Kita justru menjadi sahabat Yesus dan Allah. Kekristenan adalah hubungan pribadi dengan Allah Yang Hidup. Seorang sahabat memiliki jalur khusus untuk saling berkomunikasi. Coba Anda membayangkan sejenak, bahwa Allah yang empunya langit dan bumi, laut dan segala isinya ingin bersahabat dengan kita? Ia ingin berkomunikasi dengan kita. Ini adalah kehormatan yang sangat luar biasa. Yesus berkata, “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu,”(Ayat 14). Untuk menjadi sahabat Tuhan adalah sangat gampang, yakni kita harus menempel seperti carang yang menempel pada pokok anggur. Kita harus saling mengasihi antara satu dengan yang lain. Dengan demikian kita memenuhi hukum Kristus.

Renungan firman
Rindukah Anda menjadi sahabat Tuhan? Bagaimanakah kualitas hubungan Anda dengan Tuhan? Bagikan kepada anggota komsel tentang pengalaman Anda bersama Tuhan.

Selasa, 17 Januari 2012

Apakah Anda Tahu Tuhan Menetapkan Tujuan?

Bacaan Hari ini :
Efesus 1:10 (BIS) "Rencana itu ialah supaya segala sesuatu, baik yang di surga maupun yang di bumi, menjadi satu dengan Kristus sebagai kepala. Dan hal itu akan diselesaikan oleh Allah kalau sudah sampai waktunya."
_________________________________________

Bagaimana supaya tahun ini dapat benar-benar menjadi berbeda dari tahun lalu?
Bagaimana supaya dekade ini bisa benar-benar berbeda dari sepuluh tahun terakhir?

Sebelum Anda akan pernah dapat mencapai sesuatu yang berarti dalam hidup, Anda harus melihat apa yang Tuhan lihat sehingga Anda dapat melihat apa yang dapat Tuhan lakukan dalam kehidupan Anda.
Setelah Anda dapat melihat apa yang bisa Tuhan lakukan, maka Anda harus percaya Dia benar-benar akan melakukannya.
Anda harus percaya bahwa Dia dapat membantu Anda membuat perubahan yang Anda butuhkan untuk terjadi.
Jika Anda tidak percaya bahwa perubahan itu mungkin, Anda bahkan tidak akan membuat upaya untuk mengubah.
Tapi begitu Anda percaya bahwa Anda benar-benar dapat berubah, maka Anda akan dapat menetapkan tujuan iman.

Menetapkan tujuan adalah bagian dari disiplin rohani.
Ini bukan hanya ide yang baik, Alkitab mengatakan Anda perlu menetapkan tujuan untuk bertumbuh dalam iman Anda.
Menetapkan tujuan akan memperbesar kapasitas Anda dan membantu Anda untuk menjadi semua yang Tuhan inginkan bagi hidup Anda.

Menetapkan tujuan adalah suatu disiplin rohani karena Tuhan sendiri menetapkan tujuan.
Apakah Anda tahu ini?
Allah menetapkan tujuan, dan ketika Anda dewasa di dalam karakter Kristus, Anda akan perlu untuk menetapkan tujuan.
Tuhan memiliki tujuan untuk sejarah yang belum terjadi.
Tuhan memiliki tujuan bagi keluarga-Nya -- gereja -- yang belum tergenapi.
Tuhan memiliki tujuan bagi hidup Anda yang belum tergenapi.

Alkitab mengatakan Tuhan berencana, dan sehingga kita tahu perencanaan adalah rohani.
Tuhan merencanakan alam semesta dan semakin kita mempelajarinya secara ilmiah, semakin kita menyadari betapa terencananya ciptaan Tuhan.

Alkitab mengatakan Tuhan berencana untuk membawa semua sejarah untuk satu tujuan di dalam Kristus, semua hidup sedang dibawa bergerak maju untuk satu tujuan.
Suatu hari Yesus Kristus akan datang kembali dan setiap lutut akan bertekuk dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.
Suatu hari Tuhan akan menutup buku di bumi dan memulai langit dan bumi baru, dan "Rencana itu ialah supaya segala sesuatu, baik yang di surga maupun yang di bumi, menjadi satu dengan Kristus sebagai kepala. Dan hal itu akan diselesaikan oleh Allah kalau sudah sampai waktunya." (Efesus 1:10, BIS)

Tuhan adalah Tuhan yang menetapkan tujuan, dan Dia mengharapkan Anda untuk menetapkan tujuan juga.
Seperti Rasul Paulus, Dia ingin kita untuk mengatakan, "Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul." (1 Korintus 9:26)
_________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 41-42; Matius 12:1-23
_________________________________________

Kita harus menetapkan tujuan yang jelas dan membuat rencana, karena itulah juga yang Tuhan ajarkan untuk kita lakukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
_________________________________________

HANYA SATU JALAN?

Bacaan: Kisah Para Rasul 4:1-13
Tidak ada keselamatan di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lainyang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kejadian 16-18
------------------------------------------------------------------
Apakah Yesus satu-satunya jalanbagi keselamatan manusia? Men-jawab pertanyaan ini, Robertson McQuilkin memberi suatu analogi. Bayangkan Anda adalah satpam rumah sakit yang bertugas di lantai 10. Anda tahu lokasi tangga darurat yang denahnya sudah ditandai dengan jelas. Ketika terjadi kebakaran besar, tepatkah jika Anda mendiskusikan kemungkinan adanya jalan aman selain melalui tangga darurat tersebut atau kemungkinan selamat jika terjun dari lantai 10? Tanggapan paling tepat adalah membawa semua pasien secepat mungkin menuju tangga darurat.

Petrus dan Yohanes ditangkap, ditahan, dan disidang. Mereka diancam dan dilarang keras untuk berbicara tentang Yesus. Namun, mereka tidak dapat dihentikan. Alasannya lugas dan logis: Jika keselamatan bagi manusia di seluruh dunia hanya ada di dalam iman kepada karya Yesus (ayat 12), bagaimana mungkin tidak menyebarluaskan pengalaman dan kabar baik ini kepada semua orang (ayat 20)? Tidak mungkin. Yesus sendiri pernah mengajar mereka, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).

Pertanyaan besarnya bukanlah mengapa jalan keselamatan hanya satu atau bagaimana nasib kekal dari orang-orang yang terhilang. Misteri besarnya ialah mengapa kita sibuk melakukan banyak hal yang baik, tetapi tak sempat mengusahakan agar semua orang mendengar Firman kehidupan dalam Kristus yang memerdekakan.

Daripada mencari alasan pemaaf bagi kita untuk tidak membagikan kabar kelepasan ini, mari kita mencari cara kreatif untuk menyampaikannya kepada sebanyak mungkin orang --JOO
------------------------------------------------------------------
PAKAILAH SETIAP KESEMPATAN YANG ADA
MEMBAWA ORANG SELANGKAH LEBIH DEKAT KEPADA KRISTUS
------------------------------------------------------------------