Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 3:9-11 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Pertanyaan Renungan
1. Siapakah Paulus dan siapakah jemaat di hadapan Allah? (ayat 9).
2. Keahlian apakah yang diberikan Allah kepada Paulus, rasulNya? (ayat 10).
3. Apakah tugas seorang rasul? (ayat 11).
Seorang rasul adalah seorang utusan yang diutus untuk memperluas Kerajaan Allah di bumi. Istilah rasul (apostolos) telah dipakai pada zaman kerajaan Romawi. Apostolos adalah seorang jendral yang diutus oleh kaisar Romawi untuk mendirikan koloni di daerah (kerajaan) yang telah dikalahkan. Tugas seorang rasul (apostolos) adalah mendirikan komunitas-komunitas Romawi yang mendemonstrasikan gaya hidup (budaya) Romawi di daerah jajahan tersebut. Demikian pula rasul-rasul diutus oleh Kerajaan Sorga untuk mendirikan komunitas-komunitas (rumah Allah) di bumi, yang telah dikalahkan oleh Kristus. Seorang rasul adalah seseorang yang ahli dalam meletakkan dasar, sehingga setiap orang percaya mampu membangun di atasnya. Jadi, tugas rasul-rasul adalah melatih setiap orang kudus untuk mampu membangun rumah Tuhan. Akibat pelatihan yang diberikan oleh para rasul, maka orang-orang kudus memiliki hal-hal sebagai berikut:
1. Mengerti Maksud Abadi Allah.
2. Memiliki fondasi hidup yaitu Yesus Kristus.
3. Mampu membangun rumah Tuhan sesuai dengan karunia-karunia yang dipercayakan.
4. Mampu mempraktekkan kepemimpinan yang apostolik.
5. Mampu menjadi utusan Allah untuk menghadirkan Kerajaan Allah di kota-kota, area-area kehidupan (domain) dan suku-suku yang belum terjangkau.
Renungan Firman :
Pernahkah Anda diperlengkapi oleh seorang rasul? Apa dampaknya bagi Anda secara pribadi?
1 KORINTUS 3
BalasHapus9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Dasar dan bangunan
10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.