Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results

Minggu, 25 Desember 2011

DASAR YANG KOKOH

Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 3:10-11 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang dilakukan oleh seorang rasul di dalam membangun rumah Tuhan? (ayat 10).
2. Di atas dasar apakah rumah Tuhan dibangun? (ayat 11).
Jika kita mau hidup sebagai rumah Tuhan, maka hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah fondasi hidup kita. Hal apakah yang telah menjadi fondasi hidup kita? Kristuslah yang seharusnya menjadi fondasi hidup kita. Apa peranan sebuah fondasi? Fondasilah yang memikul seluruh bangunan. Tanpa fondasi yang kuat, seluruh bangunan akan roboh dan hancur.
Demikian pula hidup kita. Kita tidak akan mampu bertahan dan kokoh apabila tidak menjadikan Kristus sebagai fondasi hidup kita. Artinya, Kristus bukan sekedar manusia, guru, nabi, penolong, Tuhan, dan Raja kita, tetapi Kristus seharusnya menjadi hidup kita (Galatia 2:19-20). Kita perlu bergantung sepenuhnya kepada Kristus setiap saat. Sebab, Ia adalah pelaku hidup kita. Kristuslah yang mengoperasikan hidup kita setiap hari.

Renungan Firman :
Bagaimana cara Anda mengetahui bahwa fondasi hidup Anda adalah Kristus? Hal apakah yang terjadi ketika Anda mengalami kegoncangan?

1 komentar:

  1. 1 KORINTUS
    3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
    3:11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
    GALATIA
    2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
    2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

    BalasHapus