Bacaan Firman :
Baca Roma 8:28-30; Amsal 11:14
Baca Roma 8:28-30; Amsal 11:14
Pertanyaan Renungan :
1. Sejauh manakah Allah bekerja di dalam hidup orang-orang yang dipilihNya? Sampai kapankah Allah akan terus-menerus bekerja? (Roma 8:28-30).
2. Apakah akibatnya bila tidak ada tuntunan (pimpinan, arah) dalam hidup manusia? (Amsal 11:14).
Robert Clinton, seorang dosen di Fuller Theological Seminary, melakukan penelitian dan menemukan bahwa hanya kurang dari 1/3 pemimpin yang mengakhiri hidup dan pelayanannya dengan baik (finishing well). Ia menemukan bahwa salah satu faktor penyebab kegagalan mereka adalah tidak adanya perspektif hidup yang menyeluruh (lifetime perspective). (Transformational Coaching, Joseph Umidi, Xalon Press, 2005, hal. 142-143). Hal itu sama seperti seseorang yang masuk ke dalam hutan yang lebat, lalu tersesat dan bingung mencari jalan keluar. Ia kehilangan arah (orientasi), sehingga putus asa. Hal penting yang sangat diperlukan oleh orang yang sesat ini adalah perspektif dari atas. Seandainya ia dapat memanjat pohon yang paling tinggi dan mulai melihat dari atas, maka ia tidak akan putus asa lagi, sebab ada harapan karena menemukan jalan keluar.
Demikian pula dengan hidup kita. Kita perlu menemukan sebuah perspektif hidup yang menyeluruh (gambar besar) dari hidup kita. Marilah kita melihat perjalanan kehidupan kita ke belakang dengan dikaitkan dengan Maksud Abadi Allah. Perhatikan bagaimana Allah memimpin Anda mengikuti pola Roma 8:28-30. Sebab, dalam Roma 8:28-30 menunjukkan perjalanan orang yang sedang menggenapi Maksud Abadi Allah. Jika kita melihat gambar besar perjalanan hidup kita, maka kita tidak mudah berhenti dan mundur.
1. Sejauh manakah Allah bekerja di dalam hidup orang-orang yang dipilihNya? Sampai kapankah Allah akan terus-menerus bekerja? (Roma 8:28-30).
2. Apakah akibatnya bila tidak ada tuntunan (pimpinan, arah) dalam hidup manusia? (Amsal 11:14).
Robert Clinton, seorang dosen di Fuller Theological Seminary, melakukan penelitian dan menemukan bahwa hanya kurang dari 1/3 pemimpin yang mengakhiri hidup dan pelayanannya dengan baik (finishing well). Ia menemukan bahwa salah satu faktor penyebab kegagalan mereka adalah tidak adanya perspektif hidup yang menyeluruh (lifetime perspective). (Transformational Coaching, Joseph Umidi, Xalon Press, 2005, hal. 142-143). Hal itu sama seperti seseorang yang masuk ke dalam hutan yang lebat, lalu tersesat dan bingung mencari jalan keluar. Ia kehilangan arah (orientasi), sehingga putus asa. Hal penting yang sangat diperlukan oleh orang yang sesat ini adalah perspektif dari atas. Seandainya ia dapat memanjat pohon yang paling tinggi dan mulai melihat dari atas, maka ia tidak akan putus asa lagi, sebab ada harapan karena menemukan jalan keluar.
Demikian pula dengan hidup kita. Kita perlu menemukan sebuah perspektif hidup yang menyeluruh (gambar besar) dari hidup kita. Marilah kita melihat perjalanan kehidupan kita ke belakang dengan dikaitkan dengan Maksud Abadi Allah. Perhatikan bagaimana Allah memimpin Anda mengikuti pola Roma 8:28-30. Sebab, dalam Roma 8:28-30 menunjukkan perjalanan orang yang sedang menggenapi Maksud Abadi Allah. Jika kita melihat gambar besar perjalanan hidup kita, maka kita tidak mudah berhenti dan mundur.
Renungan Firman :
Adakah hal-hal tertentu dalam perjalanan hidup Anda yang belum Anda pahami? Seberapa jauh Anda telah melihat gambar besar dari hidup Anda? Apa kaitan gambar besar tersebut dengan Maksud Abadi Allah?
Adakah hal-hal tertentu dalam perjalanan hidup Anda yang belum Anda pahami? Seberapa jauh Anda telah melihat gambar besar dari hidup Anda? Apa kaitan gambar besar tersebut dengan Maksud Abadi Allah?
ROMA
BalasHapus8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
AMSAL
11:14 Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.